Langsung ke konten utama

KAYA MALAS atau MISKIN KREATIF?

KAYA MALAS atau MISKIN KREATIF?

Sobat, barang kali anda pernah berpikir, mau berwirausaha namun tidak punya modal. Atau bisa jadi berkata andai aku terlahir dari ayah dan ibu yang kaya raya, niscaya saya jadi pengusaha.
Sobat, sekedar berandai andai memang mudah, namun merubah khayalan anda menjadi kenyataan tentu tidak semudah lamunan.

Betapa banyak pemuda yang terlahir dari keluarga kaya raya, namun kini menjadi pengangguran atau paling kurang lebih memilih menjadi karyawan. Alih alih menjadi pengusaha, sekedar bermimpi menjadi pengusaha saja tidak pernah bahkan tidak mau.
 

Fakta ini membuktikan bahwa wira usaha bukanlah urusan modal atau keturunan. Kewira usahaan adalah urusan keinginan, tekad dan keberanian untuk mencoba. Tekad yang kuat, dan keberanian mencoba bila dilengkapi dengan keuletan, niscaya menjadi keahlian.
 

Dahulu Khalifah Umar bin Al Khatthab berkata:
الخرق في المعيشة أخوف عندي عليكم من العوز، لا يقل شيء مع الإصلاح ولا يبقى شيء على الفساد
Gaya hidup boros lebih aku kawatirkan akan menimpa kalian dibanding kemiskinan. Ketahuilah bahwa harta yang sedikit tidak mungkin habis bila engkau pandai mengelolanya. Namun sebaliknya, sebanyak apapun harta kekayaanmu pasti akan segera habis bila engkau salah membelanjakannya. ( Al Hatssu Ala At tijarah oleh Abu Bakar Al Khallal 40)
 

Sobat, mari tinggalkan pola pikir dan perilaku pengangguran dan pemalas, dan segera mulai langkah anda menjadi pengusaha dengan merubah pola pikir dan perilaku anda.
Oleh Ustadz DR Muhammad Arifin Badri
via BERDAKWAH @ LINE
.
Kontribusi oleh @anhyizzah
:) #hijaberscommunity

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Aku

yang suka membaca yuk membaca, aku hanya ingin menulis cerita, cerita tentang petualangan, belajar, dan mencari ilmu sebagai bekal menuju surgaNya. lulus esema mau kemana?  berjalan dan mengamati sekeliling, ada yang sibuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri dan ada juga yang sibuk mendaftarkan diri ke perguruan tinggi swasta. pokonya sekolah yang kayak ditipi-tipi itu lo, boleh pakai baju bebas dan sepatu yang tanpa aturan. iya, ditipi-tipi memang seperti itu adanya. jaman dulu.. hihi.. aku gak tau apa yang dulu ada dipikiranku. selama esema aku hanya mengikuti aturan dan ngikut pendapat teman-teman yang sekirannya positif untuk dijalankan. hahaha. itulah aku. sempat depresi. iya, depresi tingkat tinggi. selama beberapa hari nangis sampai mata sembab karena nilai kelulusan esempe taksesuai dengan harapan dan aku gagal masuk esema favorit di wilayah kecamatanku. lulus esema pun sama, nilaiku gak sesaui dengan harapanku. mungkin saja pada waktu itu aku masuk ke kategor...

DILAKONI SAJA

Sudah bertemu dengan angka 25. disebut dengan 1/4 abad. karena ya 1 abad itu sama dengan 100 tahun. wekaweka. hai, apa kabar dunia tulis menulis. lama tak berkabar. banyak yang masih digalaukan. hwehehe. apakah proses memperbaiki diri sendiri sudah mencapai target?? waaaaa, belum sama sekali. menangis? waaa sangat menangis.  semakin hari semakin bertambah dosa. maksiat dari dunia maya tak terkalahkan. candu dengan dunia yutub yang tidak berfaedah. nyesel???? nyesel iya. diri ini memang sangat amat bodoh. selalu mengulangi dan mengulangi. butuh support sistem untuk hal kebaikan???? waa butuh banget. kamu galau kenapa sih? dikit dikit galau, dikit dikit sedih, kenapa sih?  kok aneh banget.  wkwkwk namanya juga berjenis perempuan, jadi selalu mengedapankan perasaan. beda kalau berjenis laki laki. hehehe. yuk kita baca dan renungi postingannya salah satu ustadz yang ada di Indonesia, ini postingan yang ada di instagram beliau.. PADA AKHIRNYA KITA AKAN SAMPAI PADA TITIK "YANG ...