Langsung ke konten utama

Karena Begini Begitu Iri [KBBI]

Apa kabar petualang kata?
Nulis lagi yak, aku menulis karena sudah membaca, bisa jadi melalui menulis ini aku bisa dapat nasihat atau kritikan yang bersifat membangun dari si pembaca, ehe… karena mungkin, dan mungkin juga karena aku termasuk anak yang mempunyai tipikal males ngomong, dan sekali ngomong bikin orang tertampar (katanya)., eh, emang dasar lidah yang tak bertulang, dan bikin orang sakit hati sampe mengenang. Astaghfirullah haladziiim.

Pelarian menulis mungkin cocok untuk orang yang katanya “introvet” banget. Iya, dengan menulis semua isi hati kecilnya terluapkan. Anak “introvert” mungkin tak bisa meluapkan isi hatinya dengan baik, dan mungkin juga kebanyakan mikir. Iya, kebanyakan mikirin kata orang dan gak bisa bersikap bodo amat. Hal kecilpun dia selalu mempertanyakan dan menelusurinya sampai ke akar-akar.  

Karena begini begitu iri. Iya, sifat manusia salah satu diantaranya iri. Melihat yang indah, kok bagus sih, aku jadi pengen deh. Melihat yang unik, kok unik sekali sih, kaan jadi pengen nih. Melihat yang keren, waww kok keren sih, kan aku jadi gak bisa move on nih, pengen kayak dia keren, banyak yang ngefans, daaan masih banyak lagi yang begini begitu yang secara tidak sadar diantara kita semua pasti ada yang pengen. Iya, pengen atau iri, atau secara tidak langsung latah yang tidak disadari.

Karena begini begitu iri. Karena hati ini tak selalu bersih dari bisikan syaitan- syaitan yang selalu riwa-riwi di antara peredaran darah kita. Iya, ditubuh kita syaitannya banyak yang riwa riwi. Mungkin iya, paling banyak itu dibagian indra penglihat dan bagian hati yang paling dalam. Karena begini begitu iri, makanya kita semua dianjurkan untuk segera mendekatkan diri kepada sang illahi robbi. Tidak hanya mendekatkan diri saja, tetapi kita harus juga menginstropeksi diri sendiri.

Karena begini begitu iri. Melihat yang menang dalam kompetisi, kok bisa sih dia yang menang, padahal kan karyanya ya gitu-gtiu aja, masih bagusan punyaku lo padahal. Kok bisa sih dia yang terpilih, kan sejauh ini aku yang selalu di depan, kan aku yang selalu aktif bertanya, kan aku yang selalu menjadi ranking pertama. Nah, itu semua karyanya si syaitan sehingga kita selalu berburuk sangka pada yang apa kita lihat, dan tidak bisa mengambil hikmahnya ketika kita belum diberi kemenangan.
Karena begini begitu iri. Sampai lupa bagaimana caranya kita bersyukur atas nikmat yang Alloh berikan. Saking lupanya bahwa kita semua tidak tahu kalau Alloh sebenarnya menginginkan kita semua untuk lebih dekat denganNya dan serius denganNya. Karena sibuk dengan begini begitu iri, bisa jadi ibadah kita tidak jenak, ketika ambil wudhu begitu amat sangat cepat, bagaikan kecepatannya cahaya. Sholat yang tidak khusyuk, karena sibuk dengan begini begitu iri, sholatnya menjadi kurang dari tiga menit sudah selesai. Iya, tidak begitu sadar bahwa kita semua disibukkan dengan begini begitu iri.

Karena begini begitu iri. Seharunya kita lebih termotivasi. Iya, termotivasi kepada mereka yang istiqomah dalam menjalani perjalanan ini. Mereka yang selalu bersyukur atas pemberian sang illahi robbi. Makan minum secukupnya. Tidak berlebihan, pandai dalam bersyukur, istiqomah, dan hati kecilnya selalu menyiapkan bekal untuk di negeri akhirat nanti.

Karena begini begitu iri. Hanyalah sang pembolak balik hati yang maha mengatahui. Iri dengan kebaikan orang, iri dengan prestasi orang, iri dengan harta orang, iri dengan kebahagiaan orang, daaan masih banyak lagi. Oleh karena dari itu semua, hanya sang pembolak balik hati yang mentakdirkan, tugas kita hanyalah memperbaiki diri dan ingat bahwa bekal untuk hidup di negeri akhirat nanti masihlah kurang, dan kita harus mempersiapkannya mulai dari sekarang. Iya, itu lebih tepatnya. Kita harus memperbaiki diri, instropeksi diri, dan belajar istiqomah untuk meraih ridhoNya.

Karena begini begitu iri. Marilah kita bertemu dengan sahabat yang sholih dan sholihah yang dikirimkan oleh Alloh untuk menemani kita dalam menjalankan kebaikan. Karena surga terlalu luas jika dihuni diri sendiri. Bertemu dengan berbagai diskusi, tanpa ada rasa menggurui, menegur tanpa menyakiti, memberi contoh yang baik dalam bertindak, dan menguatkan ketika ada musibah yang menghampiri. Mungkin, ada yang menuliskan “sahabat/teman itu yang selalu membuat kita menangis”, dan mungkin harus diperpanjang lagi yak kalimatnya, atau diklarifikasi lagi. Kalau di itung-itung atau dipikir-pikir masa iya kita nangis mulu, kapan kita senyum, tawa, dan canda ria bareng-bareng?. Apakah dibenarkan dalam arti sebuah teman kalau selalu bikin menangis?, emm,, atau kita perbaiki aja redaksinya, kata “selalu” diganti dengan kata “jarang”, nah, mungkin bisa itu.

Karena begini begitu iri. Marilah kita perbaiki cara bertingkah, berperilaku dan berkomunikasi. Supaya tidak menimbulkan penyakit hati dan pikiran negatif dalam diri. Waaa, sudah banyak yang aku tulis ternyata, ini semua hasil dari membaca buku yang memotivasi. Semoga bermanfaat bagi reader, kritik dan saran silakan tinggalkan di kolom komentar yak.. ehe..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Aku

yang suka membaca yuk membaca, aku hanya ingin menulis cerita, cerita tentang petualangan, belajar, dan mencari ilmu sebagai bekal menuju surgaNya. lulus esema mau kemana?  berjalan dan mengamati sekeliling, ada yang sibuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri dan ada juga yang sibuk mendaftarkan diri ke perguruan tinggi swasta. pokonya sekolah yang kayak ditipi-tipi itu lo, boleh pakai baju bebas dan sepatu yang tanpa aturan. iya, ditipi-tipi memang seperti itu adanya. jaman dulu.. hihi.. aku gak tau apa yang dulu ada dipikiranku. selama esema aku hanya mengikuti aturan dan ngikut pendapat teman-teman yang sekirannya positif untuk dijalankan. hahaha. itulah aku. sempat depresi. iya, depresi tingkat tinggi. selama beberapa hari nangis sampai mata sembab karena nilai kelulusan esempe taksesuai dengan harapan dan aku gagal masuk esema favorit di wilayah kecamatanku. lulus esema pun sama, nilaiku gak sesaui dengan harapanku. mungkin saja pada waktu itu aku masuk ke kategor...

DILAKONI SAJA

Sudah bertemu dengan angka 25. disebut dengan 1/4 abad. karena ya 1 abad itu sama dengan 100 tahun. wekaweka. hai, apa kabar dunia tulis menulis. lama tak berkabar. banyak yang masih digalaukan. hwehehe. apakah proses memperbaiki diri sendiri sudah mencapai target?? waaaaa, belum sama sekali. menangis? waaa sangat menangis.  semakin hari semakin bertambah dosa. maksiat dari dunia maya tak terkalahkan. candu dengan dunia yutub yang tidak berfaedah. nyesel???? nyesel iya. diri ini memang sangat amat bodoh. selalu mengulangi dan mengulangi. butuh support sistem untuk hal kebaikan???? waa butuh banget. kamu galau kenapa sih? dikit dikit galau, dikit dikit sedih, kenapa sih?  kok aneh banget.  wkwkwk namanya juga berjenis perempuan, jadi selalu mengedapankan perasaan. beda kalau berjenis laki laki. hehehe. yuk kita baca dan renungi postingannya salah satu ustadz yang ada di Indonesia, ini postingan yang ada di instagram beliau.. PADA AKHIRNYA KITA AKAN SAMPAI PADA TITIK "YANG ...

KAYA MALAS atau MISKIN KREATIF?

KAYA MALAS atau MISKIN KREATIF? Sobat, barang kali anda pernah berpikir, mau berwirausaha namun tidak punya modal. Atau bisa jadi berkata andai aku terlahir dari ayah dan ibu yang kaya raya, niscaya saya jadi pengusaha. Sobat, sekedar berandai andai memang mudah, namun merubah khayalan anda menjadi kenyataan tentu tidak semudah lamunan. Betapa banyak pemuda yang terlahir dari keluarga kaya raya, namun kini menjadi pengangguran atau paling kurang lebih memilih menjadi karya wan. Alih alih menjadi pengusaha, sekedar bermimpi menjadi pengusaha saja tidak pernah bahkan tidak mau.   Fakta ini membuktikan bahwa wira usaha bukanlah urusan modal atau keturunan. Kewira usahaan adalah urusan keinginan, tekad dan keberanian untuk mencoba. Tekad yang kuat, dan keberanian mencoba bila dilengkapi dengan keuletan, niscaya menjadi keahlian.   Dahulu Khalifah Umar bin Al Khatthab berkata: الخرق في المعيشة أخوف عندي عليكم من العوز، لا يقل شيء مع الإصلاح ولا يبقى شيء على الفسا...